Nikah Mut’ah dan Implikasinya dalam Kehidupan Sosial: Studi Kasus Nikah Mut’ah di Desa Kalisat Kabupaten Rembang Pasuruan Jawa Timur1

  • Muhammad Roy Purwanto Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta
Keywords: Nikah, Mut’ah, Sunni, Syi’i

Abstract

Artikel ini bermaksud  mengeksplorasi praktek  nikah mut’ah di desa Kalisat  dan implikasi yang ditimbulkannya.  Mut’ah  yang berarti nikah  sementara sudah berlangsung di Kalisat semenjak tahun 1990. Barawal dari praktek nikah sirri yang  begitu  mudah karena demi menjaga dosa, berlanjut menjadi  praktek  mut’ah  yang berkembang hingga sekarang. Mut’ah  yang dilakukan  di desa Kalisat  ternyata lebih banyak mendatangkan dampak negatif dibandingkan  dengan positifnya. Dampak  positifnya ada pada sisi ekonomi warga yang meningkat  meskipun tidak signifikan. Sedangkan implikasi negatifnya dapat dilihat  dari segi sosial budaya dan psikologis. Secara sosial budaya,  dengan adanya  mut’ah mengakibatkan akulturasi budaya yang tidak sehat, menurunkan  derajad sosial wanita  dan warga Kalisat, juga menjadikan  status sosial anak tidak jelas. Sedangkan secara psikologis, mut’ah mengakibatkan  pelakunya mengalami disorientasi pernikahan dan ketidakstabilan dalam berfikir dan bertindak.

Published
2020-02-05